Terima Kasih Telah Membantu Saya Menatap ke Depan!

Lama saya menikmati pandangan di belakang saya karena saya tahu itu memang indah.

Lama saya menyanggupi untuk diam dan tetap menatap kebelakang karena takut ke depan tidak seindah di belakang.

Lama saya bercerita dan bertanya padamu apa-apa yang di belakang saya.

Lama saya bertopeng bahagia untuk menikmati yang di belakang!

Tapi bicara denganmu membuat di belakang itu seperti tidak pernah terjadi!

Tapi bicara denganmu membuat di belakang bukan suatu hal.

Tapi bicara denganmu saya tahu ke depan lebih indah.

Tapi hanya dengan bicara denganmu saya mampu tersenyum bahagia.

dan bicara denganmu aku rindu!

Terima Kasih Telah Membantu Saya Menatap ke Depan.

Rico Sutrisno

Jakarta, 2 Mei 2012

- maka mengalirlah -

(dedikasi untuk si manis yang selalu menenangkan hati)

Teka Teki Teko

Melalui BBM grup temen seperjuangan, salah satu teman saya mengirimkan sebuah soal yang isinya seperti ini :

Naik = keatas

Turun = Kebawah

Maju = Kedepan

Mundur = Kebelakang

………. = Keluar

Menurut Albert Einstein orang yang bisa melengkapi kalimat tersebut IQnya 160 :P

———————————————————————–

Kemudian saya jawab :D

Pertama, emang apa hubungan einstein dengan pertanyaan di atas?

Kedua, ada kesalahan menulis dalam pertanyaan di atas, kedalam seharusnya ke dalam, dan yang lainnya seharusnya ke belakang, ke depan dan ke luar!

dan terakhir kita ke pertanyaan inti,  …… = Keluar

jawabannya adalah Keluar = ke luar

jadi keluar itu kata kerja, sedangkan ke luar adalah keterangan tempatnya.. right?

Bukankah ke dalam itu lawannya ke luar? right?

Bukankah masuk itu lawannya keluar? :D

Kesimpulan : “ini dari pertanyaan saja salah, wajar kalau banyak yang bingung” Jadi einsten IQnya ga nyampe 160 nih, soalnya aja salah, :P

Belum ada Judul

Saya jadi ingat dengan teman saya si d last yang bilang akan bantu saya menulis biografi saya kalo saya sudah terkenal. Untuk membantu menyusun itu saya punya sedikit ingatan yang tertuang ditulisan ini. Sedikit kata-kata yang pernah saya dengar, saya baca dan saya temukan didalam kepala saya! :)

“hati saya ga pernah saya bagi-bagi, kalo di bagi ada sisi nanti yg tidak bisa dijamah penerima lainnya, jadi hati saya untuk semua yg saya sayangi tanpa perlu dibagi-bagi. Tetep satu untuk semua :)

“Kita memang seperti dua magnet yang didekatkan tapi saling tolak-menolak, begitu itu terus menerus, tapi mulai saat ini aku akan berubah dan kamu tetap jadi magnet seperti yang kamu mau, aku akan berubah jadi besi biasa saja yang selalu menempel ke dirimu, tanpa perduli sisi apa yang kamu kasih”

“Terkadang kita merasa benar dengan cara yang salah!”

“Saya mungkin tidak dapat membuat kata2 bijak seperti mereka, tp saya tau kata-kata bijak mereka yg mana yg bijak untuk saya.”

“Pada dasarnya manusia itu merasa tidak dihargai dibandingkan manusia lainnya.”

“Beda Pecundang dan Pemenang, Pecundang punya banyak alasan, Pemenang punya banyak jalan.”

“Mencari yang lebih baik itu bagus, tapi mensyukuri apa yang kita miliki itu yang utama!”

“Sedih bukan lawan dari bahagia, tapi sedih adalah keadaan dimana tidak hadirnya kebahagian.”

Segini dulu, saya cari-cari lagi ingatan dan catatan saya tentang kata-kata!

“Terakhir bukan berarti berakhir” :D

Sepeda Saya!

Setelah sekian lama meninggalkan blog ini sendiri sepi aku benci, akhirnya saya ngepost lagi. Kali ini Saya mau ngepost yang saya janjikan, yaiut foto dari Sepeda Saya!

Tapi fotonya cuma ada 1, karena si Tofo (sepeda saya) masih malu-malu untuk berfoto!

Berwarna Merah dengan Lampu dan Bel di sisinya, inilah dia si Tofo #jengjeng

Si Tofo

Tapi kasihan si Tofo, pacarnya Si Merah di jual oleh Ibunya, sekarang dia sendiri mengarungi dunia ini, melawati hari demi hari, minggu demi minggu, melawati CFD demi CFD! Semoga Tofo tetap kuat menjalani hari-hari sendiri, meskipun terkadang dia ingin hingar di pasar! Pecahkan saja gelas! *end*

NB : Nanti kalo tofo udah ga malu lagi di foto, akan saya update lagi yah :)

 

mati tapi bernyawa

tersadar aku setelah beberapa waktu mati
mencoba menatap sekitar…
dan tak yakin itu semua palsu…
setelah melalui kegundahan yang panjang..
jiwa itu kini tak kukenali…
bias diterpa hembusan angin…
meleleh bersama jernihnya embun pagi…

apakah aku telah mati???
karena belum pernah kulihat dunia seindah ini..
menatap tersenyum sang mentari…

apakah malam telah mengecewakanku??
dengan menyembunyikan bintang..
hingga rindu akan sinarnya tak terbalaskan…

membuka jendela…
yg kulihat masih sama…
pikiranku masih sama…

apakah aku telah lupa cara mengecap rasa???
hingga ku tak tahu betapa hambarnya hidupku selama ini…

apakah aku harus menjadi buta???
tak sembarang dalam melangkah..
meraba dan merasa tujuan hidupnya…

dadaku masih terasa sesak kini…
dan entah kepada siapa aku harus bicara…
mencoba membagi cerita tentang sebuah rasa…

janganlah menjadi seperti diriku teman..
hidup tak merasa…
mati tapi bernyawa…

-cair-
dadakku masih terasa sesak…

(pernah di Publish di FB 7 Des 2009)

Istirahat si Tofo!

Sudah beberapa hari ini saya tidak menggunakan my tofo (sepeda saya). Lumayan Merindukannya sih meski baru beberapa hari. Terakhir pas jalan-jalan bersama si tofo rewel dan menimbulkan bunyi rengekan pada gearnya. Kalo diajak muter suka ngeyel, masukin gear 3 dia malah ke gear 4, masukan gear 4 malah gear 5, trus pas masuk ke gear 5 dia malah diam(karena udah masuk pas di gear 4).

Saya coba bujuk dan coba menelusuri alasana kenapa dia merengek dan ngeyel. Periksa sana, periksa sini, kencengin sana, kencengin sini malah udah tandang sana tendang sini ternyata masih belum juga bener. Akhirnya saya menyerah, tampaknya memang sudah saatnya dia ke Salon untuk perwatan.

Mencoba keliling mencari salon buat tofo di sekitaran Benhill dan Pejompongan, tapi belum ketemu juga. Bagi temen – temen yang punya referensi untuk my tofo di sekitarab Benhill, Pejompongan dan Petamburan, tolong diinformasikan yah!

Selama masa mencari dan merawat si tofo yang lagi merengek dan ngeyel akhirnya saya putuskan untuk mengistirahatkannya seminggu ini di kosan. Saya khawatir kalau saya ajak ke kantor lagi, dia malah tambah parah. Malah makin tak terkendali.

Harapan Saya, semoga ketemu salon untuk tofo yang pas, dan bawelnya tofo segera hilang biar bisa jalan-jalan lagi bisa ngantor bareng lagi. Amin!